GUNUNG
KELUD DAN SATRIO PININGIT SAMBUT PEMILU 2014
By : Azaella EL-A
Sejak terjadinya letusan gunung kelud pada tanggal 13 Febuari 2014
banyak yang telah menafsirkan akan datangnya Satrio Piningit yang telah dinanti-nantikan
untuk memimpin negri ini. Akan tetapi belum ada yang mengetahui ssyapa yang
menjadi satrio piningit dalam pemilu 2014 yang diselanggarakan pada tanggal 09
Maret 2014.
Gunung-gunung yang letusannya akan
menegaskan dari mana Satrio Piningit yang ditunggu berasal, terletak pada
Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Jika Gunung Bromo yang membuat panik akibat
letusannya, maka ditafsir Satrio Piningit yang datang nanti adalah tipe
ksatria. Dia bisa berasal dari tentara, atau manusia yang berwatak seperti itu.
Mitos Joko Seger dan Roro Anteng di Suku Tengger adalah sketsa yang mengasumsi
itu. Dan dari mitos ini pula acap letusan Gunung Bromo disebut sebagai
penggembira. Meletus sendirian tidak ditafsirkan sebagai tengara perubahan tata
hidup negara dan penguasanya.
Indonesia tercatat sebagai Negara yang kaya akan kekayaan alamnya,
dan meskinya hidup rakyat menjadi makmur, namun sebaliknya dalam kepemimpinan
presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah tercatat banyak bencana alam yang
terjadi di Indonesia ini.
Mulai
dari bencana Gunung Sinabung yang berada di Sumatra Utara, Banjir yang menenggelami
dibeberapa kota dan disusul melutusnya Gunung Kelud yang berada di kota Kediri
dan masih banyak lagi bencana yang telah terjadi di Indonesia.
Dalam tahun ini telah tercatat 22 gunung di Indonesia dalam keadaan
waspada dan dinilai mempunya potensi untuk melutus. Apakah ini menjadi subuah
tanda atau bukan, belum ada yang mengetahuinya.
Tinggal menghitung hari saja, Indonesia akan mengadakan pesta
demokrasi dengan pemilihan calon legislative yang akan diadakan pada tanggal 9
April 2014 dan seluruh rakyat Indonesia
akan memilis syapa yang akan menjadi Presiden mendatang.
Dalam cerita ini, saya akan memaparkan munculnya satrio pinigit
dengan adanya ramalan joyoboyo. Dalam ramalan tersebut yang telah dipaparkan
oleh Raden Ngabehi Rangga Warsito atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ronngowarsito
ada tujuh tokoh Satrio Piningit kelak akan memimpin Negara ini.
Diantara
satrio piningit yang terdapat dalam ramalan tersebuatyaitu :
1.
SATRIO KUNUNJORO MURWO KUNCORO
Tokoh
pemimpin yang terkenal dengan penjara (Kununjoro), maksudnya seorang pemimpin
yang membebaskan Negara ini dari terbelunggunya penjajahan yang ada di Negara ini.
Tokoh tersebut diasumsikan sebagai
Soekarno. Tokoh Proklamotor dan sebagai Presiden pertama Indonesia.
2.
SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG
KESAMPAR
Tokoh
pemimpin yang berharta (Mukti) juga ditakuti dan berwibawa (Wibowo), namun akan
mengalai suatu keadaan yang buruk dan dipermasalahkan (Kesandung Kesampar). Tokoh
tersebut ditafsirkan oleh Presiden kedua yaitu Soeharto.
3.
SATRIO JUNUMPUT SUMELAR ATUR
Pemimpin
yang di angkat (Jinumput) akan tetapi dalam masa jeda atau transisi atau
sekedar menyelingi saja. Tokoh tersebut adalah BJ Habibie sebagi Presiden ketiga.
4.
SATRIO LELENO TAPA NGRAME
Pemimpin
yang suka mengembara dan berkeliling dunia (Lelono) dan mempunya watak kejiwaan
religious yang tinggi. Tokoh tersebut Abdur Rohman Wahid (Gus Dur) sebagai
Presiden ke-empat.
5.
SATRIO PININGIT HAWUNG TAWUH
Pemimpin
yang muncul dengan membawa charisma keturunan dari moyangnya (Hawung Tawuh). Tokoh
ini ditafsirkan sebagi Megawati Soekarno Putri dan sebagi Presiden ke-lima Indonesia.
6.
SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO
Tokoh
Pemimpin yang berpindah tempat (Boyong) dan akan menjadi peletak dasar pembuka
gerbang demi tercapainya masa kejayaan Negara. Tokoh tersebut ditafsirkan
dengan Preseiden Susilo Bambang Yudhoyono.
7.
SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU
Sosok
seorang pemimpin yang amat sangat religious dan sampai digambarkan sebagai Resi
Begawan (Pinandito) dan senantiasa akan menjalankan berdasarkan hokum Allah SWT
(Sinisihan Wahyu).
Akan tetapi sosok seorang pemimpin tersebut belum ada yang
mengetahuinya, kita tunggu datangnya Satrio piningit dengan adanya PEMILU 2104
dan semoga bangasa dan Negara ini menjadi masa keemasan dan kehidupan yang
makmur yang dapat dirasakan oleh rakyat Idonesia.